CPNS, Penyuluh Perindag

Assalammualaiku

Hai, Sahabat UKM udah lama banget nggak nulis blog
Mumpung ada waktu luang menulis

26 Febuari 2019
Qodar Allah SWT mengantarkan saya duduk di Graha Sedulang Setundung
Profesi yang saya hindari, dan saya tidak pernah test sebelumny, bahkan terpikir sekalipun tidak akhirnya saya menjadi ASN
Hari itu saya syah menerima NIP 198604032019022002 sebagai Calon PNS untuk Formasi Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan

"Dalam Sejarah Republik Indonesia, selama berdiri seleksi CPNS 2018 adalah seleksi terbersih, tanpa dekeng-dekengan, dan sogok-menyogok" begitulah isi pidato Bos Tertinggi sata di PemKab Banyuasin Pak Askolani.

Yah memang benar, saya merasakan mesti pemerintahan sekarang belum sempurna tetapi ada hal-hal yang dari Zaman Pak SBY diperbaiki dianjutkan dan tingkatkan terutama sistem Dekeng-menDekeng sogok menyogok, celah makin sempit di Zaman Jokowi. "intermoezo jangan terlalu dipikirkan mengingat jaman pilpres hehehe"

Singkat cerita...mbk mimin ikut test karena disemangati oleh Pak Suami, Pendaftaran yang memakai sistem online smpe pilihan formasi pak suami yang kerjain. Diriku cuma foto selfie sambil pegang KTP dan disuruh belajar walau nggak belajar yang ada malah ketiduran

Akhirnya tiba waktu test SKD hasilnya skor aku 323.gede sih tapi nggak lulus PG karena kurang 15 poin pada test kemampuan psikologi (TKP), nggak lulus yo wes bagi mbk mimin toh niatnya cuma taat perintah suami dan ngelegani Bapak-Ibuku karena anaknya sejak lulus kulilah nggak pernah coba test CPNS, pas anak usah 2 baru mau coba.

Ehhhh ternyata diformasiku yang cuma 1 orang itu nggak ada yang lulus PG, akhirnya keluar peraturan baru dari KEMENPAN, disusun berdasarkan peringkat, nah mbk mimin ternyata peringkat 1 wkwkwwkwk dengan kekuatan tang dan lem tembak, dan mbk mimi bersama 2 orang lainnya di 3 peringkat teratas ikut ketahap selanjutnya test SKB. Kali ini tesnya di Pangkalan Balai, Nah ternyata Peringkat 1 lagi, otomatis saya yang LULUS jadi CPNS. Test SKD maupun SKB menggunakan sistem CAT yang super duper ketat dan benar-benar berkompetisi secara sehat. Hasil test setiap peserta langsung keluar lengkap dengan nilai dan peringkat diprint out di ttd panitia di tempel dan bisa di FOTO UP_LOAD yea.

Sama seperti 403 orang ASN lainnya saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk diposisi sekarang cuma keluar modal bensin makan siang dan melengkapi berkas-berkas. Semakin saya merenung...takdir membawa saya kesini. Para sahabat saya pada bilang PAS banget formasinya dengan kegiatan yang saya jalani selama ini walau hanya share informasi untuk UKM dan IKM via Instagram, sesekali jadi narasumber dan instruktur, terkadang ikut pelatihan, dan membatu dinas mencari peserta pelatihan.

Yah sekarang saya sedang menata diri dan menyesuaikan kehidupan yang saya jalani selama ini dengan profesi baru saya.ASN....katanya mudah enak kerja enak, masa tua terjamin, tetapi saya tanamkan pada diri saya ini adalah amanah dan ladang pahala karena saya ikut test berlandaskan ketaatan dan izin suami tercinta.

Suami saya sering sekali menasehati saya, jalani lakukan apa yang menurut bunda benar, apa yang bunda suka, tidak usah terlalu memikirkan untung rugi, berapa bayarannya, pokoknya jalani ikhlas. Masalah rejeki penting kita kerja ikhlas ada aja pokoknya dan jangan lupa berdoa. Mungkin juga apa yang saya terima hari ini adalah hasil keikhlasan sharing berbagi ilmu crafting kepada murid-murid tersayang bersama teman-teman PCC, atau bisa jadi hasil kesabaran yang dulu merelakan berhenti kerja karena memilih mengurus anak-anak yang masih kecil-kecil, tentunya juga doa bapak-ibu yang tak putus-putusnya.

Nah bagi yang pernah mengalami seperti mbk mimin...nggak percaya bahwa test cpns ada dekeng mendekeng heheheh atau harus ada saldo ratusan juta, jika ada seleksi lagi testlah ikutlah mencoba meraih rejeki dengan kompetisi yang sehat, dan untuk pemerintahan yang akan datang, siapapun terpilih dan para pemimpin masa yang akan datang "pertahankanlah bahkan bila perlu ditingkatkan seleksi sistem seperti ini, sehingga siapapun itu rakyat biasa, anak pejabat, konglomerat, dispabel, anak yatim, ataupun yang remeh-temeh memiliki kesempatan yang sama dan berkompetisi dengan kemampuan terbaik untuk menjadi ASN"

Walaikumsalam
Pangkalan Balai, 28 Febuari 2019
-RKS-
"Cinta Bukan Siapa Yang Pertama Datang, Siapa Yang Terbaik, Tetapi siapa yang terakhir dan tetap Tinggal menemanimu dalam setiap perjalan Hidup, Cintaku, Supporterku, Penasehatku, Sahabatku, My Lovely Husbun, Ayah Rudy"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pasar Seni Ampera

Selamat Datang Kembali